SAMPLING
Populasi adalah Keseluruhan objek yang menjadi sasaran penelitian. Dalam penentuan populasi ada beberapa syarat diantaranya :
- Fleksibel yaitu populasi yang dapat mewakili sasaran penelitian
- Accesible yaitu populasi yang dapat dijangkau
- Target yaitu pemilihan populasi misal seluruh SMP se Jawa Barat,bisa juga diambil SMP yang ada di Bandung misal SMP yang ada Kabupaten Tasik, Garut Atau yang lainnya.
Sampel adalah Sebagian dari populasi yang diambil atau yang benar-benar diamati.Dalam penelitian, pengambilan sampel yang tepat itu merupakan langkah yang sangat penting, sebab hasil penelitian dan kesimpulan kita harus didasarkan kepada sampel yang kita ambil. Sampel yang tidak atau kurang mewakili populasinya akan mengakibatkan pengambilan kesimpulan yang keliru atau tidak tepat. Dalam menentukan sampel perlu diperhatikan bahwa sampel tersebut harus dapat menjamin generalisasi secara umum atau sampel tersebut harus representatif.
Sampel yang representatif harus memperhatikan hal- hal sebagai berikut ;
- Harus sesuai dengan sasaran ( permasalahan ) penelitian
- Harus mempunyai target yang tepat
- Harus accisible memperhatikan keterjangkauan
- Harus memperhatikan banyaknya sample/ prosentase jangan terlalu sedikit maupun terlalu banyak.
Sampling adalah Suatu prosedur bagaimana cara mengerjakan atau memilih sampel yang diperlukan. Ada dua cara dalam dalam melakukan sampling yaitu ;
- RANDOM ( ACAK )
- NON RANDOM
1. RANDOM
Sampling Random adalah suatu cara pemilihan sampel dengan ketentuan bahwa setiap populasi mempunyai peluang yang sama untuk dipilih menjadi sampel. Dengan syarat – syarat diantaranya :
v Harus Normal
v Homogen
v Acak
Ada beberapa metode dalam Sampling Random :
- A. Metode Random Sederhana ( Simple Random Sampling )
Pertama dengan jalan memberi nomer semua anggota populasi, kemudian membuat nomor-nomor atau huruf-huruf pada kertas-kertas kecil, selanjutnya kertas-kertas kecil tersebut digulung dan dimasukkan kedalam suatu tempat, dan dikocok atau bisa juga diambil dengan mata tertutup sesuai jumlah yang sampel yang diperlukan.
|
|
Kedua dengan menggunakan daftar bilangan acak. Caranya berilah nomor semua anggota populasi misal bernomor 000-999 ( seribu buah ) kemudian bukalah sebuah buku yang terdapat bilangan –bilangan misal bilangan-bilangan acaknya seperti daftar disamping .
Tanpa melihat bilangan-bilangan tersebut terpilih suatu bilangan dengan jalan meletakkan telunjuk jari kita sambil terpejam dan bilangan yang di tunjuk adalah bilangan yang digaris bawahi yaitu 33591 tetapi mengingat data kita hanya bernomor tiga angka maka yang kita ambil dari angka 33591 pun hanya tiga angka maka bilangan random kita yang pertama adalah 591 begitulah seterusnya sampai kita mendapatkan jumlah yang sampel yang diperlukan.
Ketiga dengan menggunakan Kalkulator . pada kalkulator CASIO fx 3500 bila kita memijit INV dan ∙ maka akan keluar bilangan acak antara 0.000 dan 0.999. kemudian kalikan setiap bilangan acak yang keluar dengan 1000 maka akan diperoleh bilangan acak yang diharapkan ( 000-999).
|
|
Keempat dengan menggunakan Komputer. Dengan bahasa BASIC bilangan acak sebanyak 200 buah yang besarnya antara 0 sampai 999 dapat diperoleh dengan menggunakan perintah disampingan.
Melihat pemilihan sampel cara random sederhana ini pemunculannya bebas dan berdasarkan kepada peluang maka dilihat dari keacakannya cara ini paling baik, sampel yang kita peroleh adalah yang paling representatif. Walaupun demikian dengan cara seperti diatas representasi dari kelompok-kelompok bagian sampel yang terambil mungkin tidak terwakili secara porposional sesuai dengan proporsi kelompok-kelompok bagiannya dalam populasi. Maksudnya adalah bila dalam 1000 siswa wanitanya ada 40 % maka dalam sampel yang terambil prosentase wanitanya mungkin tidak 40 % tetapi 35 % atau bahkan lebih.
- B. Metode Random Strata ( Stratified Random Sampling )
| Populasi
|
Pemilihan sampel cara strata kita lakukan bila selain anggotanya ingin diambil secara random juga kita menginginkan kelompok-kelompok yang ada dalam populasi terwakili untuk menjadi sampel dan keterwakilannya harus proposional atau sebanding.
Perhatikan ilustrasi yang ada disamping ini sampel yang didapat yaitu BD ( 25% dari sampel hal ini sesua dengan porposi pada populasinya bahwa ABCDE adalah 25% dari populasi seluruhnya ), begitupula sampel FMOJ ( 50% ) dan juga sampel PS ( 25% ).
Pemilihan sampel dengan metode strata ini lebih representatif dibanding dengan Metode random sederhana diatas.
- C. Metode Random Kelompok ( Cluster Random Sampling )
Pengambilan sampel secara kelompok ( cluster ramdom sampling ) ialah cara pengambilan sampel secara random yang didasarkan pada kelompok, tidak didasarkan kepada anggota-anggotanya. Dengan catatan bahwa anggota-anggotanya dari kelompok-kelompok tersebut mempunyai karakteristik yang sama.
| Populasi
|
Perhatikan ilustrasi yang ada disamping bagaimana kita memilih sampel yang representatif :
v Pertama kita akan merumuskan populasi ilustrasi disamping populasinya sebanyak 100 orang.
v Kedua kita akan menentukan banyaknya sampel yaitu 20 orang.
v
| Populasi
|
Ketiga adalah menentukan kelompok sesuai dengan kondisi yang ada dan masing-masing mempunyai karakteristik yang sama. Ilustrasi disamping ada 9 kelompok yang berbeda dengan masing-masing kelompok mempunyai karakteristikyang sama.
v Keempat adalah memperkirakan banyaknya kelompok . ilustrasi disamping kelompoknya ada yang beranggotakan 2 orang ada 7 kelompok dan ada yang 3 orang sebanyak 2 kelompok jadi total ada 9 kelompok.
v Kelima menghitung banyaknya kelompok yang diperlukan, yaitu banyaknya anggota sampel dibagi banyaknya kelompok. 20: 9 dibulatkan menjadi 3 kelompok.
v Memilih 3 dari 9 kelompok yang ada secara random dalam hal ini yang terpilih adalah kelompok QR, CD dan EFG.
Cara ini keacakakanya kurang baik akan tetapi sering jauh lebih mungkin dapat dilaksanakan dari pada metode random murni dan metode strata. Metode random murni dan metode strata sering tidak dapat dilakukan pada kadaan-keadaan seperti berikut ; daerah penelitian kita sangat tersebar luas ,apalagi komonikasi antara tempat anggota populasi tidak/sukar diketahui,tidak mungkin anggota0anggotanya yang telah terpilih secara acak itu disatukan dalam kelompok baru.
Pemilihan sampel metode kelompok ini bisa bertingkat misalnya tingkat pertama memilih satu atau beberapa tempat dari banyak tempat. Tingkat kedua adalah memilih satu atau beberapa sekolah-sekolah di tempatyang sudah terpilih tadi. Dan tingkat ketiga adalah penelitian kita dari setiap sekolah yang sudah terpilih itu. Dengan catatan semua proses pemilihan tersebut dilakukan secara Random.
- D.
Populasi Metode Random Bertahap ( Two Stage Random Sampling )
Pemilihan sampel bertahap merupakan perluasan dari pemilihan sampel secara random kelompok pemilihan secara acaknya dilanjutkan untuk kelompok yang lebih kecil . Metode ini menitik beratkan pada pemilihan yang prosesnya bertahap.
- 2. NON RANDOM
Sampling Non Random adalah suatu cara pemilihan sampel dengan aturan atau ketentuan tertentu sesuai dengan target yang akan di capai tapi tetap harus menjamin generalisasinya atau sampel tersebut tetap harus representatif. Ada beberapa metode sampling Nonrandom :
- A. Metode Sistematik
| Populasi
|
Metode sistematik ini diawali dengan metode random jika dalam deretan anggota populasinya telah terlebih dahulu diurutkan secara random atau pemilihan anggota pertamanya dipilih secara random.
Metode sistematik ini bisa berupa pemilihan sapel dengan cara memilih setiap nomor berselisih/ interval I dari sederet daftar nama bernomor.Ilustrasi disamping intervalnya 5 dimulai B. Contoh lain adalah kita tentukan dulu intervalnya misal kita dapat 10 maka nomor-nomor yang akan menjadi sampel adalah nomor 10, 20 30 40 dst sampai jumlah sampel yang kita perlukan.
- B.
Populasi Metode Convenience
Metode convenience adalah suatu cara pengambilan sampel yang gampang, mudah , yang terjangkau saja. Ilustrasi di samping menggambarkan bahwa sampel QXLIY diambil karena letaknya saja yang saling berdekatan. Contoh lain populasinya adalah mahasiswa pasca Upi program studi Pendidikan matematika yang berjumlah 100 orang sampelnya diambil misalnya hanya mahasiswa yang ketemu hari senin saja sehingga dapatlah 30 orang misalnya.
|
|
C. Metode Purposive
Metode purposive yaitu pengambilan sampel nonrandom dengan mempertimbangkan tujuan-tujuan tertentu sesuai dengan sasaran penelitiannya. Ilustrasi disamping sampel B F L N V terpilih karena misalnya dilihat dari massa kerja yang lebih dari 20 tahun , atau mungkin karena alasan yang lain.
Ukuran sampel. Agar kita memiliki sampel yang representatif langkah-langkah yang harus diutamakan adalah pertama mengkaji sifat atau karakteristik populasinya, bukan pada besarnya sampel. Setelah itu kita harus menggunakan berbagai cara pengumpulan sampel sehingga yang diperoleh memiliki karakteristik populasi. Langkah kedua baru menentukan besarnya sampel. Gay ( 1981) mengatakan untuk penelitian diskriptif sampel minimumnya 10 % dari populasi.untuk populasi yang lebih kecil 20 %. Untuk penelitian korelasional paling tidak30 subyek perkelompok.untuk riset / eksperimen paling sedikit 30 orang perkelompok.
Validitas Eksternal : Generalisasi dari sebuah sampel. Validitas Eksternal adalah validitas yang berkenaan dengan bisa tidaknya hasil penelitian diperluas penerapannya dari sebuah sampel untuk populasi (subjek atau lingkungan yang lain ).
Populasi yang dapat digeneralisasi. Populasi yang dapat digeneralisasi adalah perluasan dari hasil penelitian itu dapat digeneralisasikan untuk individu- individu pada populasi yang diberikan. Dengan kata lain apakah suatu sampel dapat menunjukkan tingkat representasi pada populasi itu.
Bilamana pemilihan sampel secara random tidak mungkin dilakukan. Beberapa kemungkinan sampel random tidak mungkin dilakukan diantaranya disebabkan oleh ;
- Kemungkinan pertama adalah ketika peneliti tidak menyadari bahwa ternyata susah dalam membuat generalisasinya, sehingga tidak satupun diperoleh sampel yang representatif secara random.
- Kemungkinan kedua adalah adanya keterbatasan waktu, tenaga, biaya, letak geografis atau alasan yang lain.
Generalisasi secara ekologi. Tingkatan dimana hasil penelitian dapat diperluas pada kondisi yang berbeda. Peneliti harus membuat kondisi sealami mungkin, dan mengidentifikasi populasi diantaranya bentuk organisasinya, materinya, kondisi kelas dan lain-lain kemudian memilih secara random sejumlah kombinasi dari semua kombinasi yang mungkin. Kondisi ini mengakibatkan pemilihan sampelnya tidak mungkin secara random karena harus disesuaikan dengan kondisi tertentu.